Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

Fenomena Dua Juta Pecandu Internet


Jakarta – Akses internet berdampak petaka. Pasangan muda membiarkan anaknya kelaparan, saat sibuk membesarkan anak virtual. Seorang ibu tewas karena mengusik anaknya bermain game.
Seorang anak lelaki siang dan malam diam di depan komputer dan membunuh naga di dunia fantasi onlinenya. Bocah kecanduan internet itu melupakan makan malam yang tidak disentuhnya.
Lee Mi-hwa mengatakan anaknya yang berusia 15 tahun bertengkar dengan ibunya yang berusaha menghentikan kegiatan online itu. Namun sang anak berani memukul dan menyebabkan lebam.
Bocah itu termasuk satu dari dua juta orang yang diklasifikasikan oleh pemerintah Korea Selatan sebagai pecandu internet. Negara dengan jumlah penduduk 49 juta itu diperkirakan sebagai salah satu negara paling terikat teknologi di dunia.
Beberapa di antaranya mengalami peningkatan aksi kekerasan. Bulan lalu, pasangan muda membiarkan anak 3 bulannya kelaparan, sementara mereka membesarkan anak virtual di game online, menghabiskan sebagian besar harinya di kafe internet daripada mengasuh anak yang baru dilahirkan.
Bayi tersebut layaknya mumi karena dia tidak diberi makanan untuk sekian lama, menurut seorang petugas kepolisian yang menginvestigasi kasus tersebut.
Pada Februari, seorang anak berusia 22 tahun memukul ibunya dengan gada hingga meninggal karena mengusik dirinya yang tengah bermain game internet. Setelah pembunuhan, dia melanjutkan permainan onlinenya berjam-jam dan membayar dengan kartu kredit ibunya.
Insiden semacam itu telah memberikan peringatan kepada negara, untuk melawan kecanduan internet. Pemerintahnya mengumumkan bahwa mereka akan mengambil aksi melarang akses ke game online populer, dan mengirimkan penasehat ke sekolah dasar untuk mendidik anak-anak tentang penggunaan internet sehat.
“Sedikit ironis bahwa apa yang diciptakan untuk membuat hidup lebih baik justru membuat lebih buruk,” ujar Park Hye-kyung, Direktur I Will Center, pusat konseling pemerintah yang didirikan Desember tahun lalu untuk fokus dalam pertumbuhan isu kecanduan internet.
Kecanduan internet tidak dikenali dalam kondisi medis atau penyimpangan psikologis. Tapi seringkali memicu gejala penyimpangan mental serius seperti penyakit kekurangan perhatian dan depresi. Demikian Dr Kim Tae-hoon, psikiater yang merawat anak-anak.
Kim mengatakan bahwa internet terlalu berlimpah di Korea Selatan. Lebih dari 90% rumah memiliki akses nirkabel, seperti diungkapkan Organization for Economic Cooperation and Development. Sebagai tambahan untuk menyebarluaskan akses, kafe internet yang dikenal dengan ‘PC rooms’ dibuka 24 jam di seluruh belahan negara.
“Di Korea Selatan lebih mudah bagi penduduk untuk memainkan game online daripada menginvestasikan hubungan personal offline melalui pembicaraan tatap muka,” tambahnya.
“Orang menjadi semakin mati rasa dalam berinteraksi dengan sesama manusia.” Tiga dari 10 orang dewasa dan 26% remaja adalah pecandu game, menurut Eo Gee-jun, Presiden Korea Computer Life Institute. “Anak-anak mulai memainkan game internet ketika mereka masuk ke kelas empat atau lima ,” ujar Eo. “Mereka semakin lengket ketika bertambah dewasa.”
Kementerian Kebudayaan mengumumkan proyek gabungan dengan perusahaan utama game Korea Selatan pada awal bulan untuk mengimplementasikan penutupan di akhir malam untuk game internet yang populer di antara pengguna muda. Akses kepada tiga game akan diblok dari tengah malam hingga pukul 08.00 kepada pengguna dengan usia di bawah 18 tahun.
Kementerian meminta pada pengembang game untuk mengawasi pengguna dengan menggunakan nomor ID nasional yang termasuk usia. Orang tua juga bisa mengecek apakah anak mereka menggunakan ID orang lain.
Mulai tahun depan, pemain game akan bisa menginstal program gratis ke dalam komputer yang membatasi akses ke internet, berdasarkan keterangan pemerintah bulan lalu.
“Kebijakan pemerintah penting tetapi juga krusial bagi publik ikut serta menangani,” ujar Lee Young-ah, seorang petugas di Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Turisme. “Kami ingin memberi peringatan pada sebanyak mungkin orang tentang keseriusan kecanduan internet sehingga tiap individu bisa mengontol diri sendiri.”
Nexon, perusahaan game besar di Korea Selatan mengatakan bahwa jam malam merupakan langkah pertama dalam perang melawan kecanduan online. “Kami ingin menciptakan budaya sehat menikmati game dan tidak menderita penyakit,” ujar Juru Bicara Nexon Lee Young-ho.
Pemerintah telah mengeluarkan 10 miliar won atau Rp 87,3 miliar untuk mendidik publik tentang bahaya kecanduan online dan mendanai pusat konsultasi bagi individu yang terobsesi web. [inilah]

Sabtu, 24 April 2010

Sisi Kelam Fenomena Facebook


(IST)
Jakarta - Sarah Richardson hanya mengganti profil Facebooknya dari “menikah” menjadi “lajang”. Tindakan yang terlihat biasa ini akhirnya berujung petaka. Inilah sisi kelam Facebook.
Sarah pindah ke rumah orangtuanya dan menceritakan butuh sesuatu yang berbeda. Setelah pernikahannya berakhir, Sarah kemudian menggunakan situs Facebook untuk memberi tahu para sahabatnya bahwa ia telah memasuki tahapan baru dalam kehidupannya.
Namun pada Mei 2008, suaminya menikam Sarah hingga meninggal. Kasus ini bukan yang pertama ataupun yang terakhir, sebagai alarm peringatan bahaya potensial dari keterbukaan di situs jejaring sosial.
Sebelumnya, di South Yorkshire ibu dua orang anak, Tracey Grinhaff telah dibunuh suaminya yang cemburu karena menggunakan Facebook untuk mengumumkan berakhirnya pernikahan mereka.

“Badai” RIM Menghantam Indonesia



(IST)
Tepat di hari bumi 22 April, RIM mulai memperkenalkan BlackBerry Storm2 di RI. Smartphone itu akan tersedia di operator dan mitra distributor pada akhir April.
Storm2 yang merupakan BlackBerry layar sentuh generasi kedua diklaim telah disempurnakan.
“Selain kemampuan komunikasi terbaik di industri, BlackBerry Storm2 juga menampilkan layar berukuran besar yang menyediakan pengalaman hiburan bergerak untuk gaming, video, foto, dan web browsing,” kata Gregory Wade, Managing Director for Southeast Asia, Research In Motion dalam keterangan tertulisnya.
BlackBerry Storm2 juga dilengkapi dengan berbagai macam aplikasi gratis yang tersedia di BlackBerry App World. Selain itu juga tersedia Teknologi SurePress Generasi Terbaru.
Sistem baru ini diklaim mampu merespon sentuhan lembut di semua permukaan layar sehingga mengklik layar jadi sangat mudah.
Teknologi SurePress baru juga memungkinkan pengguna mengetik huruf dengan satu jari, sementara jari yang lain masih menyentuh huruf lain.
Cara seperti itu memungkinkan pengetikan lebih cepat termasuk kombinasi “Shift” atau “Alt” juga lebih cepat.
Fitur unggulan Storm2
1. Layar sentuh berukuran besar (3.25-inci), dengan resolusi 360 x 480 pada 184 ppi, menghadirkan warna-warna yang tajam dan jernih.
2. Layar sentuh dilengkapi berbagai fungsi. terintegrasi (Send, End, Menu, Escape) dan teknologi SurePress baru yang membuat aktivitas-meng-klik layar menjadi sangat mudah.
3. Dukungan konektivitas global, Jaringan UMTS/HSPA (2100Mhz), quad-band EDGE/GPRS/GSM dan Wi-Fi (802.11 b/g).
4. Kamera 3.2 MP dengan dukungan kemampuan zoom, auto focus, flash dan video recording
5. Flash Memory 256 MB.
6. Kapasitas memori internal 2 GB dan slot untuk kartu memori microSD/SDHD yang mendukung memori tambahan dengan kapasitas hingga 16 GB saat ini serta untuk memori tambahan berkapasitas 32 GB jika telah tersedia.
7. Built-in GPS yang mendukung aplikasi-aplikasi dan layanan location-based serta geotagging photos.
8. Baterai 1400 mAhr yang dapat diganti dan diisi ulang yang memiliki talk time di jaringan 3G selama 6 jam dan standby time 280 jam.
9. BlackBerry OS 5.
10. Pengelolaan folder email Microsoft Exchange (Add, Rename, Move, Delete) pada ponsel.
11. Akses files shares (Windows Shares), Save, View, Edit, dan Email documents secara remote dari remote file shares.[ito]